Friday, September 24, 2010 at 7:04 PM

            Rokok adalah suatu barang dengan beragam zat-zat kimia yang menyertainya, antara lain: tar, nikotin, fenol, kresol, indol, dsb. Zat-zat kimia yang telah kami sebutkan tersebut merupakan zat-zat kimia yang beracun. Telah banyak penelitian yang menyatakan bahwa kandungan zat-zat itu dalam rokok dapat mengakibatkan kerusakan tubuh yang fatal. Bahkan, WHO (World Health Organization) memperkirakan ada 3 juta orang yang meninggal dunia dalam setahun akibat rokok.

            Berikut ini adalah fakta-fakta yang mengungkapkan tentang bahaya rokok bagi kesehatan:

Asap rokok mengandung lebih dari 4,000 jenis bahan kimia, yang 43 diantaranya diketahui sebagai bahan kimia penyebab kanker. Beberapa bahan kimia tersebut terdapat pula pada racun serangga DDT, arsen, racun tikus, pelitur kayu dan pembersih cat kuku.

            Environmental Protection Agency (EPA) atau badan perlidungan lingkungan Amerika mengkelompokkan asap rokok sebagai bahan kimia yang bersifat karsinogen (penyebab kanker) kelas A, yang di dalamnya terdapat pula asbes, arsen, benzene dan gas radon.

            Asap rokok juga menjadi penyebab timbulnya penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker paru-paru, penyakit hati, hipertensi, stroke, kanker mulut, kanker pankreas, kanker kantung kemih, penyakit ginjal dan infeksi telinga.
           
            Secara rata-rata merokok dapat mengurangi angka harapan hidup selama 15 tahun dan jumlah kematian akibat kanker 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.
           
            Dampak rokok terhadap paru-paru antara lain menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

            Selain itu rokok dapat menyebabkan impotensi dan keguguran kandungan bagi wanita. Pada penelitian yang dilakukan Dr. Sinead Jones, direktur The British Medical Assosiation’s Tobacco Control Resource Centre, ditemukan bahwa wanita yang merokok memiliki kemungkinan relatif lebih kecil untuk mendapatkan keturunan.

            Sudah sepatutnya setiap orang yang mengetahui fakta ini—atau paling tidak membaca tulisan-tulisan tentang bahaya rokok—mau melepaskan kebiasaan rokok mereka. Diperlukan suatu “keberanian” yang nyata dan langkah-langkah bertahap untuk dapat berhenti dari rokok, serta keberadaan dukungan dari lingkungan sekitar.

              dengan sedikit pengolahan.

0 comments

Post a Comment