Komponen Ketergantungan dan Bahaya Rokok

Tuesday, September 21, 2010 at 3:43 PM
Rokok dibuat dari tanaman tropis Tembakau (Nicotiana tobaccum).Apabila dibakar, asap yang dihasilkan mengandung kurang lebih 4000 racun dengan 3 komponen utama yaitu Nikotin yang menyebabkan ketergantungan, TAR yang bersifat karsinogenik (pencetus kanker),dan karbon monoksida yang menyebabkan gangguan sistem pernafasan. Selain itu komponen2 lain yang terdapat di dalam rokok :- Fenol (bahan pembersih lantai) - Aseton (bahan pembersih cat kuku) - Arsen (bahan racun tikus) - Merkuri (penyebab penyakit minamata) - Hidrogen Sianida - Formalin (bahan pengawet mayat) Bahan2 di atas dapat memperbesar resiko anda terkena kanker.
Apabila anda menyalakan rokok dan menghisapnya, maka ratusan, ribuan, bahkan jutaan molekul2 radikal bebas masuk ke dalam tubuh anda. Apa itu radikal bebas? Free Radicals(FR) adalah suatu senyawa yang kehilangan elektron bebasnya sehingga bersifat sangat reaktif, apabila FR masuk ke dalam tubuh FR cenderung mencuri elektron dari tubuh, proses ini menyebabkan cedera pada membran sel dan inti khususnya paru-paru sehingga terjadi kelainan dan kecacatan pada DNA. Apa akibatnya? Terjadilah proses pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkendali dan terjadilah tumor/kanker. Selain asap rokok, lingkungan kita juga menghasilkan FR antara lain : Sinar UV dari matahari, gas buangan kendaraan bermotor, smog, asap masakan, dsb. 

Shisha Tak Lebih Baik dari Rokok

Sunday, September 19, 2010 at 5:47 AM
KOMPAS.com — Shisha, yang mirip dengan bong yang dipakai untuk mengisap mariyuana, beberapa tahun belakangan ini memang sangat populer. Hal itu terlihat dari makin banyaknya kafe yang menyediakan shisha untuk menarik pengunjung. Shisha merupakan cara menikmati rokok ala Timur Tengah yang menggunakan pipa berbentuk gelas piala dan kandungan air sebagai penyaringnya.

  Banyak penikmat shisha yang merasa bahwa menghisap shisha lebih aman dari rokok karena ada filter berupa air. Bahkan, sebagian penggemarnya merasa shisha bukanlah rokok. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Inggris dan The Tobacco Control Collaborating Centre menyanggah anggapan tersebut.

  Menurut peneliti, pada saat seseorang mengisap shisha atau rokok herbal, justru kadar karbon monoksida yang dihirupnya tak bisa terukur. Bahkan, dalam satu sesi mengisap shisha, karbon monoksida yang dihirup jumlahnya 4 sampai 5 kali lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh sebatang rokok.

Perokok Pasif Rentan Ketularan

at 5:37 AM
BANJARMASINPOST.CO.ID - Orang-orang yang mengisap asap rokok dari para perokok aktif, atau sering disebut perokok pasif, berisiko terkena penyakit sinus kronis (chronic rhinosinusitis). Begitulah hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Archives of Otolaryngology-Head & Neck Surgery.
Asap rokok mengandung lebih dari 4 ribu zat, yang 50 lebih di antaranya diduga bisa menyebabkan kanker. Bukti-bukti menunjukkan bahwa merokok pasif bisa terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut, penyakit telinga, asma, penyakit jantung koroner, dan kanker paru-paru, serta sinus. Di Amerika, diperkirakan 126 juta nonperokok, atau 60 persen dari total orang Amerika non-perokok, terkena asap sisa ini.

   Doktor Martin Tammemagi dari Universitas Brock, Ontario, Kanada, beserta timnya mengkaji 306 pasien non-perokok yang telah didiagnosis terkena sinus kronis

Tips Berhenti Merokok

Thursday, September 16, 2010 at 5:32 AM
    Ada bermacam-macam strategi yang dapat digunakan untuk menolong diri sendiri membuang kebiasaan merokok, seperti membuat tangan tetap sibuk mengunyah wortel, menghela napas panjang di udara segar, minu air putih, atau bahkan menghadiahi diri sendiri.
   Kendatipun demikian berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis :

"Biaya Sosial" Akibat Merokok

Sunday, September 12, 2010 at 7:24 PM

(Majalah Tarbawi, Edisi 104 Th. 7/Shafar 1426H/17 Maret 2005)

Oleh Tulus Abadi, SH
Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan Komnas PMM
Penerima Tobacco Control Fellowship Programs, Bangkok 2003

    Masyarakat DKI Jakarta dibuat kaget, bukan oleh serangan wabah DBD, bukan
pula serangan teroris; tetapi oleh rokok. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta
Sutiyoso melansir kebijakan baru bertajuk larangan merokok di tempat umum.
Yang membuat publik kaget, bukan karena larangannya, tetapi lebih karena
hukumannya yang setinggi langit, Rp. 50 juta dan kurungan 6 bulan.

    Keterkejutan publik, secara sosiologis layak dipahami. Alasannya, hingga
detik ini, bahaya rokok di Indonesia masih menjadi "isu pinggiran".
Pemerintah, dan bahkan tokoh masyarakat (seperti ulama) juga masih setali
tiga uang. Paling banter ulama di Indonesia hanya memberikan fatwa merokok
makruh hukumnya. Berbeda dengan jumhur ulama di berbagai negara di Timur
Tengah, bahkan Malaysia dan Brunei Darussalam; yang memfatwakan bahwa
merokok haram hukumnya. Ulama terkenal Syeikh Yusus Qordhowi termasuk ulama
yang mengharamkan merokok (baca Fatwa-Fatwa Kontemporer).

   Mungkin masyarakat sudah mengerti bahayanya, karena dalam setiap bungkus
rokok ada peringatan: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung,
impotensi, dan ganguan kehamilan dan janin.

Rokok Elektrik Tidak Aman

Saturday, September 11, 2010 at 6:55 PM
Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman.

"Produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya," papar Direktur Pengawasan NAPZA Badan POM Danardi Sosrosumihardjo di Jakarta, Jumat (6/8).

Rokok elektronik atau "Elecronic Nicotine Delivery Systems" (ENDS) dipasarkan sebagai pengganti rokok dan diklaim tidak menimbulkan bau dan asap.

Bentuknya seperti batang rokok biasa, tetapi alih-alih membakar daun tembakau, seperti produk rokok konvensional, ENDS membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya itu masuk ke paru-paru pemakai.

Produk itu dipasarkan dengan banyak nama, di antaranya rokok elektronik, ecigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker.

Danardi mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan dari berbagai wilayah, antara lain Makasar, Semarang, Lampung, dan Palembang, mengenai beredarnya produk ilegal tersebut dan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk penertiban.

"Karena ilegal, Badan POM tidak dapat melakukan pengawasan. Produk ini juga belum terdaftar sebagai rokok sehingga tidak dapat ditertibkan oleh Bea Cukai," papar Danardi.

Dalam sebuah leaflet atau selebaran, salah satu produk tersebut yang bernama Rokok Elektrik Surabaya memasarkan dua jenis rokok, yakni berwarna hitam dan hijau.

Bahaya Merokok Bagi Pelajar

at 5:34 PM

A. Manfaat Menjaga Kesehatan Diri

            Setiap orang harus menjaga kesehatannya supaya memiliki jasmani dan rohani yang kuat dan sehat, sehingga dapat menjalani hidup dan kehidupannya. Untuk menjaga jasmani yang kuat dan sehat diperlukan rohani yang kuat dan sehat pula artinya rohani yang tidak mudah tergoda oleh berbagai godaan yang dapat menjerumuskan diri pada perbuatan yang merusak jasmani.
            Olahraga menjadi faktor pendukung dalam menjaga kesehatan diri sendiri. Salah satu hal yang menjadi faktor rusaknya kesehatan jasmani dan rohani adalah merokok . Kita harus berpikir jauh ke depan bahwa merokok dapat merusak kesehatan. Caranya dengan menghindari mengkonsumsi atau melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan, seperti merokok. Karena kebiasaan merokok dapat mengakibatkan ketergantungan yang dapat menganggu kesehatan.
            Rokok sendiri adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah . Dan merokok pada awalnya adalah keperluan spiritual, seperti memuja dewa atau roh dari suku bangsa Indian di Amerika.